TIMES KUPANG, SUMBA TIMUR – Proyek pekerjaan jalan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) 2025 pada ruas Makamenggit–Kahiri, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami keterlambatan penyelesaian.
Pekerjaan yang sebelumnya diklaim akan rampung tepat waktu pada 31 Desember 2025 oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT, hingga awal Januari 2026 belum juga selesai sepenuhnya di lapangan.
Proyek pelebaran jalan menuju standar SP Makamenggit–Kahiri ini memiliki panjang sekitar 5 kilometer dan dikerjakan oleh kontraktor PT Padi Jaya Makmur. Proyek tersebut bersumber dari APBN 2025 dengan nilai kontrak mencapai Rp19.528.147.000, serta masa pelaksanaan 84 hari kerja sejak 9 Oktober 2025.
Keterlambatan proyek tersebut menuai sorotan dari masyarakat setempat. Jalan yang menghubungkan dua desa itu diharapkan sudah bisa dimanfaatkan penuh pada akhir 2025 karena memiliki peran strategis dalam mendukung akses ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan warga.
“Harapan kami sebenarnya jalan ini sudah selesai pada 31 Desember 2025 kemarin. Jalan ini sangat penting karena menjadi penghubung antar dua desa,” ujar Umbu Windi, warga Desa Makamenggit, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Umbu, keterlambatan proyek yang telah memiliki jadwal dan masa kontrak yang jelas mencerminkan lemahnya koordinasi serta efisiensi dalam proses perencanaan dan pelaksanaan.
Ia mengakui bahwa faktor cuaca dapat memengaruhi pekerjaan di lapangan. Namun, Umbu menilai alasan tersebut kurang relevan jika dibandingkan dengan proyek jalan lain di wilayah Sumba Timur yang tetap dapat diselesaikan tepat waktu meski menghadapi kondisi cuaca serupa.
Meski demikian, kata dia, warga berharap keterlambatan tidak berdampak pada kualitas hasil pekerjaan. Mereka menekankan agar mutu konstruksi tetap menjadi prioritas utama.
“Yang paling penting bagi kami warga adalah kualitas jalan. Jangan sampai cepat rusak sebelum masa pakainya,” harap Umbu.
Sementara itu, PPK 1.4 Satker BPJN NTT, Adrianto Putra Prasetyo, belum dapat dikonfirmasi secara langsung meski telah dihubungi beberapa kali. Namun, melalui pesan WhatsApp sebelumnya, ia menyatakan optimisme bahwa proyek tersebut akan selesai sesuai target.
“Kami optimis pekerjaan ini selesai pada 31 Desember 2025. Memang ada kendala cuaca yang tidak menentu, tetapi kami terus berkoordinasi dengan pihak kontraktor agar pekerjaan bisa cepat diselesaikan,” kata Adrianto beberapa waktu lalu. (*)
| Pewarta | : Moh Habibudin |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |