TIMES KUPANG, SUMBA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur (Pemkab Sumba Timur) melalui Dinas Pertanian dan Pangan, optimistis bisa mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Sumba Timur.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur Nicolas Pandarangga, Selasa (3/2/2026). Ia mengatakan, swasembada pangan adalah cita-cita bersama untuk diperjuangkan
"Karena kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, maka menuntut langkah strategis. Ini agar Sumba Timur mampu memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bergantung pada impor," tegasnya.
Nico menegaskan, bahwa swasembada pangan bukan sekadar target melainkan keharusan yang wajib dicapai melalui sinergi antara pemerintah, petani dan sektor swasta. Oleh sebab itu Kementerian Pertanian (Kementan) telah menjalankan berbagai kebijakan progresif.
“Jadi dengan komitmen kuat ini Bapak Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan berbagai program unggulan untuk memperkuat sektor pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Nico memaparkan, target tanam padi dari pusat atau dari Kementan RI dari Januari sampai dengan Desember 2025 seluas 23.981 Ha. Realisasi dari Januari sampai dengan Desember 2025 seluas 23.628 Hektare atau 98,5 persen dari target.
Estimasi minimal beras dengan rata-rata produksi 5 ton/Ha maka perkiraan hasil yang dicapai 70.884 ton beras atau konsumsi beras di Sumba Timur 2024 sebesar 29.977,56 ton.
“Ini tentunya hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak yang terlibat dibawah pimpinan Bapak Bupati dan Wakil Bupati,”ujar Nico
Namun tambah dia, untuk tantangan kedepannya tentu tidak mudah dengan perubahan iklim yang ekstrim dan juga sarana prasarana juga masih terbatas namun kita tetap berjuang untuk mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Sumba Timur.
“Ya, kami tetap optimis untuk mewujudkan program swasembada pangan menjadi program nasional. Optimis ini jika target kita sudah menjadi salah satu harapan di tahun 2025 kemarin,”pungkas Nico. (*)
| Pewarta | : Moh Habibudin |
| Editor | : Ronny Wicaksono |