TIMES KUPANG, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah melakukan upaya masif dalam memulihkan layanan operasional kesehatan di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra. Fokus utama saat ini meliputi pendataan fasilitas, pemenuhan kebutuhan logistik, relokasi gedung, hingga pengaktifan kembali seluruh layanan di Rumah Sakit dan Puskesmas.
Dalam konferensi pers bersama BNPB di Jakarta, Rabu (7/1/2026), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah pada berbagai fasilitas kesehatan, termasuk armada ambulans.
Percepatan Perbaikan Ambulans
Menkes menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat memulihkan mobilitas layanan kesehatan dengan menggandeng berbagai produsen otomotif. Dari total 204 ambulans yang rusak, sebanyak 85 unit telah selesai diperbaiki dan siap digunakan kembali.
"Nah kita udah beresin tuh. Sejak dua minggu yang lalu, kerja sama dengan Daihatsu, Astra, Kia, Isuzu, semuanya, montirnya suruh datang ke sana. Jadi mobil-mobil yang sudah beroperasi sekarang, kalau teman-teman lihat, selain motor-motor, ya ambulans," ungkap Budi.
Status Puskesmas dan Upaya Relokasi
Saat ini, tercatat masih ada empat Puskesmas yang terpaksa memberikan layanan di luar gedung karena dampak kerusakan, yaitu Puskesmas Lokop (Aceh Timur), Puskesmas Jambur Lak Lak (Aceh Tenggara), Puskesmas Rusip Antara (Aceh Tengah), dan Puskesmas Peusangan (Bireuen).
Untuk Puskesmas Lokop dan Jambur Lak Lak, Kemenkes tengah menyiapkan proses relokasi serta membangun puskesmas moduler sebagai tempat pelayanan sementara.
Pemenuhan Air Bersih dan Alat Kesehatan
Kemenkes juga memprioritaskan ketersediaan air bersih dengan menargetkan pembangunan 77 sumur bor di puskesmas-puskesmas. Saat ini, 13 unit sudah terpasang, 16 dalam pengerjaan, dan 48 lainnya masuk dalam jadwal pengerjaan.
Terkait peralatan laboratorium, Menkes mengakui banyak perangkat pengecekan penyakit seperti TBC yang rusak total.
"Kemudian, laboratorium-laboratorium di puskesmas, ini ada laboratorium untuk ngecek TBC, rusak semua juga. Kita lihat mana yang bisa, mana yang perbaiki, mana nggak, kita kirim teknisinya untuk memperbaiki. Kalau nggak bisa, ya kita carikan donatur dulu," tambahnya.
Kerja Sama Lintas Sektor
Budi Gunadi menilai pemulihan sektor kesehatan cenderung lebih cepat karena adanya kesadaran tinggi dari pemerintah daerah akan urgensi layanan medis, seperti layanan cuci darah (hemodialisa) yang bersifat kritis. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari bantuan pihak swasta melalui program CSR serta peran relawan.
"Kemudian kita juga terima kasih karena banyak sekali relawan-relawan kesehatan yang ingin membantu. Dengan hati mereka sendiri, dengan uang mereka sendiri, membantu, kita fasilitasi," tutur Menkes.
Menkes juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada TNI, POLRI, BNPB, awak media, serta berbagai organisasi yang telah bahu-membahu memulihkan layanan kesehatan di lokasi bencana. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Gerak Cepat Kemenkes Pulihkan Layanan Kesehatan di Sumatra
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |