Dialog dengan Petani Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Gibran Soroti Peralatan yang Masih Tradisional
Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat berdialog dengan para petani rumput laut saat melakukan kunjungan kerja ke Rote Ndao, Jumat (22/5/2026). (Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden)

Dialog dengan Petani Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Gibran Soroti Peralatan yang Masih Tradisional

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya modernisasi dan hilirisasi rumput laut saat meninjau potensi komoditas pesisir di Rote Ndao, NTT.

TIMES Kupang,Jumat 22 Mei 2026, 23:33 WIB
339
A
Antara

KUPANGWakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya modernisasi dan hilirisasi industri rumput laut. Hal tersebut disampaikan Wapres saat berdialog langsung dengan para petani rumput laut di Pantai Mulut Seribu, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Hari ini kami khusus ke Rote untuk meninjau pabrik garam dan juga rumput laut. Kita lihat tadi sebenarnya potensinya luar biasa, tapi belum benar-benar dimaksimalkan,” kata Wapres di Rote Ndao, NTT, Jumat (22/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja satu hari di Kabupaten Rote Ndao. Agenda utama Wapres adalah meninjau Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) serta potensi rumput laut di kabupaten paling selatan NKRI tersebut.

Gibran menjelaskan, langkah modernisasi dan hilirisasi rumput laut ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara berulang kali menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional serta hilirisasi komoditas unggulan daerah demi meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh sekadar menjadi produsen bahan mentah. Sebaliknya, domestik harus mampu mengembangkan industri pengolahan di daerah agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir, termasuk para petani dan nelayan di Rote Ndao.

Di sela dialog, Wapres mencermati bahwa kualitas rumput laut asal Rote memiliki keunggulan komparatif dibanding daerah lain, terutama karena kandungan karaginannya yang tinggi. Namun, potensi budidaya yang sangat besar tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Dalam kesempatan itu, sekitar 300 petani rumput laut Desa Daiama yang hadir menyampaikan sejumlah kebutuhan utama untuk mendukung produktivitas mereka. Sarana yang mendesak dibutuhkan antara lain tali nilon ukuran 8 mm dan 2 mm, bibit rumput laut, sampan fiber, serta mesin ketinting bertenaga 0,5 GT. Harapan serupa terkait bantuan modal usaha berupa tali, bibit, dan sampan juga diutarakan oleh kelompok ibu-ibu petani.

Menanggapi keluhan tersebut, Wapres menilai para petani setempat masih mengandalkan peralatan yang sangat tradisional, sehingga intervensi teknologi dan sarana prasarana modern mutlak diperlukan.

“Saya lihat tadi memang alat-alat yang digunakan masih sangat tradisional sekali. Jadi ini mungkin ke depan butuh alat-alat pengering, gudang, dan mungkin perlu dibutuhkan juga pabrik packaging di sini,” ungkapnya.

Gibran meyakini, jika budidaya dengan metode tradisional saja sudah mampu memberikan hasil yang bagus, maka produktivitasnya akan melesat jauh lebih tinggi apabila sentuhan modernisasi diterapkan di seluruh rantai produksi.

“Kalau kita sekarang sudah salah satu produsen dan eksportir rumput laut terbesar di dunia, tapi kita tidak boleh kirim barang mentah terus. Jadi harus bisa diolah di sini. Jadi ada hilirisasi rumput laut,” tegas Wapres.

Modernisasi yang dimaksud mencakup penggunaan bibit unggul, peremajaan alat produksi dan sampan, hingga penyediaan fasilitas pascapanen yang representatif. “Ada bibit unggul, sampannya kita perbaiki, alat-alatnya kita perbaiki. Untuk pascapanennya ada pengeringan, gudang, sortir, packing,” ujarnya.

Menutup dialog tersebut, Wapres meminta pemerintah daerah setempat segera melakukan penataan dan pendataan para petani secara mendetail. Langkah ini dinilai krusial agar rencana intervensi maupun penyaluran bantuan dari pemerintah pusat nantinya dapat berjalan merata, tepat sasaran, serta efektif menaikkan taraf hidup petani rumput laut di Rote Ndao. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kupang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.