TIMES KUPANG, JAKARTA – Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, telah mendarat di tanah air. Pelatih berpaspor Inggris itu tiba pada Sabtu (10/1/2025) dan akan menjalani debut publiknya dalam konferensi pers resmi di Jakarta pada Senin (12/1) pukul 09.00 WIB, yang akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi PSSI dan Timnas Indonesia.
Pengangkatan Herdman, yang diumumkan PSSI pekan lalu, disebut sebagai penanda dimulainya era baru sepak bola Indonesia. Fokus utama pria berusia 50 tahun ini adalah satu: membawa Garuda ke Piala Dunia.
Prestasi unik Herdman menjadi alasan kuat pemilihannya, yaitu menjadi satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara (Kanada) lolos ke Piala Dunia.
Rekam jejaknya berbicara. Di sektor putri, ia membawa Timnas Putri Selandia Baru ke Piala Dunia 2007 dan 2011. Kemudian, saat menukangi Timnas Putri Kanada (2011-2018), ia meraih dua medali perunggu Olimpiade berturut-turut (London 2012 & Rio 2016).
Namun, pencapaian paling monumenalnya terjadi di cabang putra: Herdman sukses mengantarkan Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar, mengakhiri puasa 36 tahun. Kesuksesan itu melambungkan peringkat FIFA Kanada dari posisi 77 ke 33 dunia.
Herdman akan segera turun tangan. Tugas pertamanya adalah memimpin Timnas Indonesia pada FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day Maret 2026 mendatang. Setelah itu, agenda padat menanti, termasuk FIFA Match Day di bulan Juni, September, Oktober, November, serta Piala AFF 2026 yang akan bergulir mulai 25 Juli.
Bukan Pemain Bintang
Terlahir di Consett, Inggris, 19 Juli 1975, John Herdman adalah sosok atipikal. Ia tidak memiliki latar belakang karier sebagai pemain profesional. Kekurangan itu ia tebus dengan kecerdasan taktis, penguasaan sports science, dan kemampuan membangun kultur serta mental pemenang di setiap tim yang ia asuh. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: John Herdman Tiba di Indonesia, Konferensi Pers Perdana Digelar Senin
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |