Intensifkan Pengawasan, SatPol PP Sumba Timur Tertibkan PKL dan Pelajar Secara Persuasif
Kegiatan ini menyasar PKL yang menjual sayuran dan buah-buahan di pinggiran jalan hingga badan jalan dan memanfaatkan trotoar untuk berjualan.
SUMBA TIMUR – Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Kabupaten Sumba Timur terus mengintensifkan pengawasan dengan melakukan patroli untuk menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) dan pelajar di Kota Waingapu secara persuasif.
Hal itu ditegaskan Kepala Sat Pol PP Kabupaten Sumba Timur Harun Marambajawa Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, kegiatan ini menyasar PKL yang menjual sayuran dan buah-buahan di pinggiran jalan hingga badan jalan dan memanfaatkan trotoar untuk berjualan.
Para pedagang didorong agar kembali pada tempat yang sudah disediakan pemerintah daerah, karena aktiviras mereka saat ini bisa mengganggu ketertiban umum dan kelancaran arus lalu lintas.
“Jadi persoalan ini banyak kita temukan di lapangan ketidaktertibnya para PKL juga pelajar yang bolos sekolah hanya berkeliaran di jalan dengan pakaian sekolah,” ungkap Harun..
Nah, ini yang harus kita tertibkan dan juga memberikan pemahaman dengan mengedepankan persuasif dan humanis," imbuh pria yang baru beberapa bulan menjabat sebagai KasatPol PP Sumba Timur ini.
Ia mengakui, bahwa penertiban juga bukan saja difokuskan pada PKL saja tetapi memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap mematuhi peraturan daerah yang berlaku.
Selain itu juga petugas melakukan pendekatan persuasif guna meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.
Harun menjelaskan, dalam melakukan penertiban dan pengawasan di beberapa titik Kota Waingapu, masih ada PKL yang berjualan di badan jalan saat petugas tidak berpatroli, tetapi ketika petugas melakukan patroli mereka lari sembunyi.
“Maka hal ini perlunya pengawasan 1x24 jam yang sudah saya rencanakan untuk membentuk pos penjagaan di titik-titik tersebut dengan menyediakan petugas yang menjaga di situ agar PKL terus dipantau,” ujarnya.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadi kecelakaan antara PKL dan pembeli sehingga fungsi fasilitas umum dikembalikan sebagaimana mestinya agar tidak menimbulkan kecelakaan.
“Saya mengajak seluruh pedagang dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya penertiban serta penataan kawasan pasar dengan mematuhi aturan yang belaku,” terang Harun. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

